Ibadah Memperingati Detik-detik Kematian Tuhan Yesus (Pukul 14.00 WIB) Jumat, 10 April 2020

By : ADMIN, Posted : 11 April 2020

IBADAH MEMPERINGATI DETIK – DETIK KEMATIAN TUHAN YESUS
(Pukul 14.00 WIB)
Jumat, 10 April 2020

  

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.(Yes.53 : 1 – 7).

Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. Maka
orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?". (Luk. 23:26-31).

Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia. Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi." Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani. Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi." Jawab Pilatus: "Apa yang kutulis, tetap tertulis." Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu. (Luk. 23:32-34a; Yoh.19:19-24).

Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah." Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Mat. 27:39-44; Luk. 23 : 40 – 43).

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Kleopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. (Yoh. 19 : 25 – 27).

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” (Mat. 27:46-47; Yoh. 19:28-30a; Luk. 23:46).

Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.(Mat. 27:51-54; Luk.23:48).

Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib – sebab Sabat itu adalah hari yang besar -- maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. (Mat.27:55; Yoh.19 : 31 – 35).

Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat. Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala
pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf. Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ. Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan.(Mrk.15 : 42-46a; Yoh.19:39-42; Mrk. 15:47).

Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya." Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya. (Mat. 27 : 62 – 66).

 

Ibadah Kamis putih GKPI Padang Bulan Medan Kamis 09 April 2020  

By : ADMIN, Posted : 09 April 2020

Ibadah Kamis putih GKPI Padang Bulan Medan Kamis 09 April 2020  

  

 

Khotbah: 1 Korintus 11 :23 – 32
Tema kita saat ini adalah Perjamuan Kudus. Bagi GKPI, Perjamuan Kudus adalah Sakramen, dan pelayanan Sakramen (Baptisan dan Perjamuan) dilayani oleh pendeta GKPI. Perjamuan Kudus adalah pesta rohani karena umatNya sedang bersama dengan Sang Raja yaitu Yesus. Dalam Perjamuan Kudus, kita menerima Tubuh dan Darah Yesus, yang dipersembahkan Yesus kepada umatNya untuk dimakan dan diminum, dan yang percaya akan diselamatkan. Dalam perjamuan kudus, bahwa roti dan anggur, adalah sungguh-sungguh tubuh dan darah Kristus yang diadakan oleh Kristus sendiri bagi umat manusia untuk dimakan dan diminum.Diberikan dan ditumpahkan bagi manusia demi pengampunan dosa, hidup dan keselamatan.
Secara khusus, saya secara pribadi akan tetap melayani Perjamuan Kudus di gereja atau di rumah atau di rumah sakit. Tetapi jika saya melayani perjamuan kudus di gereja, maka jemaat datang ke altar gereja untuk menerima perjamuan itu yakni roti dan anggur sebagaimana tubuh dan darah Yesus. Dan para lansia atau orang yang sakit yang sulit maju ke altar akan dilayani di tempat duduk yang disediakan. Puji Tuhan, selama saya melayani di GKPI, hingga saat ini, jemaat masih setia dalam mengikuti perjamuan itu dengan maju ke altar. Di GKPI Padang Bulan ada dua kali pelayanan perjamuan kudus yakni pada Jumat Agung dan pada Natal. Warga jemaat tidak mengalami kegelisahan atau jumlah yang mengikuti semakin berkurang, akan tetapi grafiknya naik. Saya lebih menikmati kekudusan dalam perjamuan itu ketika jemaat datang ke altar. Tentu saya akan memelihara Firman yang memerintahkan untuk selalu melaksanakannya sebagai peringatan akan Tuhan Yesus.
Bagaimana cara Yesus mendirikan perjamuan itu? Yesus Kristus mengambil roti, mengucap syukur, memecahkannya, dan membagi-bagikannya kepada para murid dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku”. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang” (Mrk. 14 : 22, bnd. Luk.22 : 14, 1 Kor. 11 : 23 – 25). Lalu Yesus meminta agar perjamuan kudus ini tetap diperbuat sebagaimana ia mengatakan: “perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” (Luk. 22 : 19, 1 Kor 11 : 25). Inilah landasannya bagi Gereja bahwa perjamuan kudus menjadi sakramen dan selalu dilaksanakan oleh gereja sebagai unsur penting dalam peribadatan. Perjamuan kudus sebagai perjanjian baru dalam darahNya bagi pengampunan dosa. Melalui perjamuan kudus dapat diterima sebagaimana Kristus memberikan tubuh dan darahNya sendiri untuk pengampunan dosa-dosa (Mat. 26:26, 28). Menggambarkan bagaimana Yesus mempersembahkan diriNya
sebagai korban Paskah atau domba kurban yang mati di kayu salib dan bangkit dari antara orang mati.
Untuk itu saya menekankan kepada kita semua untuk tetap menjaga dan memelihara kekudusan dalam perjamuan itu ketika kita mengikuti acara perjamuan kudus dimanapun dan kapanpun dengan sikap sungguh-sungguh, hormat dan percaya bahwa roti dan anggur itu adalah sungguh-sungguh daging dan darah Yesus. Amin.

Amin

Ibadah Passion GKPI Padang Bulan Medan Rabu 08 April 2020

By : ADMIN, Posted : 07 April 2020

Ibadah Minggu PASSSION GKPI Padang Bulan Medan Rabu 08 April 2020  

  

Khotbah : Yesaya 52: 7 – 12
Yesaya menyerukan bahagia dalam pengharapan oleh umat Tuhan yang sedang mengalami kehancuran.Mereka mengharapkan berita bahwa Allah, Raja atas umat-Nya, kembali untuk menyatakan takhta-Nya di Israel, artinya Allah akan memulihkan kembali bangsa Israel yang sudah tercerai-berai. Israel Utara terbuang ke Asyur dan Yehuda sedang berada di dalam bahaya ditaklukkan juga oleh Asyur dan akan dibuang ke Babel.
Yesaya mengatakan, “alangkah indah kedatangan orang yang membawa berita bahwa Tuhan telah mengampuni umat-Nya.”Inilah berita paling indah bagi orang-orang yang rindu kembali kepada Tuhan.Tuhan tidak murka untuk selamanya (Mi. 7:18). Dia menyatakan kembali bahwa Israel adalah milik-Nya dan Yerusalem adalah kota pilihan-Nya. Tuhan mengumpulkan umat-Nya kembali dengan mendeklarasikan bahwa Dialah Raja atas Israel.Tuhan mengampuni orang yang takut akan Dia yang rendah hati dan tulus. Maka mereka yang diampuni akan bersorak sorai karena Tuhan, karena sangat rindu kekudusan Tuhan kembali dinyatakan di tengah-tengah Israel dan beribadah kepada Tuhan di Yerusalem (Mzm. 42:5).
Sebaliknya, orang yang mengabaikan Tuhan, yang senantiasa menjalani hidup tanpa Tuhan, mereka orang-orang bodoh, karena mereka hanya mencintai kesenangan dirinya dengan mengandalkan materialis dan hanya menyenangkannya sesaat saja, karena dia akan menyiksa dirinya untuk mendapat kesenangannya. Dalam 1 Timotius 6:10 dikatakan: Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Yesaya menubuatkan sorak-sorai itu dan kegenapannya adalah ketika Tuhan Yesus datang yang menjadi Raja atas umat-Nya. Yesuslah Sang Raja keturunan Daud. Dialah Sang Mesias yang dijanjikan. Dialah berita sukacita yang diteriakkan oleh pembawa berita damai itu.Dia menebus umat-Nya dengan nyawa-Nya. Dia menaklukkan maut! Mengalahkan maut bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk semua orang yang percaya kepada Dia. Sampai ujung dunia, akan melihat keselamatan yang Allah berikan melalui Yesus Kristus. Yesus menebus manusia pilihan Allah.Semua bangsa datang kepadaNya, sebab para murid akan menjadi pembawa berita yang membawakan kabar ini ke seluruh dunia untuk menarik kembali umat pilihan Tuhan yang tersebar di seluruh bumi. Berita Keselamatan ini akan terus menyebar karena adanya pembawa-pembawa berita yang sangat gigih dan tekun memberitakan Injil.
Di dalam Perjanjian Baru, seluruh umat pilihan harus keluar dari perbuatan dosa dan keadaan cemar yang membelenggu mereka, lalu datang kedalam kelompok umat pilihan lainnya untuk membentuk persekutuan. Inilah gereja! Gereja adalah kumpulan kaum pilihan dari berbagai bangsa, dari seluruh penjuru bumi, keluar dari keadaan lama mereka, dan menjadi bagian dari gereja Tuhan.
Marilah kita dalam minggu passion ini sangat menghargai para pembawa berita kabar baik itu, dan menerima kabar baik menjadi kehidupan sebagai orang yang beriman, sekaligus kita juga diberangkatkan untuk pembawa berita kabar baik kepada keluarga, lingkungan sampai kepada tempat yang jauh.

Amin

Ibadah Minggu PALMARUM GKPI Padang Bulan Medan (Minggu, 5 April 2020)

By : ADMIN, Posted : 05 April 2020

Ibadah Minggu PALMARUM GKPI Padang Bulan Medan (Minggu, 5 April 2020)

  

Kotbah Minggu 5 April 2020

Yohanes 12: 12 – 19

Nama Minggu kita saat ini adalah Palmarum yang memiliki arti Daun Palem. Dan tema saat adalah : Sambutlah Rajamu Datang.

Yesus yang masuk ke Yerusalem kotaNya sendiri pada waktu itu disambut dan dieluk-elukkan oleh orang banyak menggunakan daun palem. Lantas yang menjadi perhatian kita sekarang ialah mengapa mereka menyambut Yesus sedemikian rupa? Ternyata pada saat ituorang banyak sudah datang untuk merayakan pesta atau persiapan Perayaan Pondok Daun. Umumnya orang-orang Israel biasa menggunakan daun-daun palem di Bait Allah dalam perayaan Pondok Daun tersebut dan mereka sudah menyiapkan sebelumnya dari rumah, kemudian ketika mereka bertemu dengan Yesus mereka melambai-lambaikan daun-daun palem tersebut. Daun palem menyatakan kemenangan atas kematian, atau martir atau simbol kemenangan atas dosa dan kematian.
Pada saat ini, kita masuk juga dalam Minggu Palmarum, apa yang kita bawa dalam gereja? Kita tidak membawa apa-apa, karena sementara kita masih berada dalam situasi social distancing, stay at home untuk memutus rantai penyebaran covid 19. Saya menegaskan kepada kita, asalkan kita punya prinsip, ibadah dengan keadaan ini, cukup hanya karena situasi saat ini, bukan mengarah kepada ibadah alternatif, yang dianggap juga benar, yang menggantikan arti gereja. Sudah ada beberapa aliran yang menganggap, tidak perlu ada gereja, asalkan mengikut Yesus, karena di sorga tidak ditanya, asal gereja. Saya menegaskan juga, jangan mau terkontaminasi dengan aliran itu. Yesus tetap setia selama pelayananNya di dunia ini, masuk dan beribadah dalam Bait Allah. Bahkan ketika Yesus berumur 12 tahun, dia mengajar dan tinggal beberapa hari di Bait Allah, ketika orang tuaNya menemukannya setelah tiga hari, dan Yesus menjawab orang tuaNya: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" (Lukas 2: 41 – 52) Yesus menyebut Bait Allah sebagai Rumah Bapaku. Karena itulah Yesus pernah marah karena Bait Allah diperlakukan dengan tidak baik (Matius 21: 12 – 17). Gereja itu penting, banyak saudara kita menderita, karena tidak diberi izin untuk membangun gereja, atau gereja yang sudah berdiri dirobohkan, di bom, atau dibakar. Setiap ibadah Minggu, kita selalu bersaksi: Gereja yang Kudus dan Am, persekutuan orang kudus, hal ini tidak boleh hilang selama kita Kristen, yakni pengikut Kristus.
Tindakan kita seperti dalam nas ini adalah menjadi sebuah tanda penghormatan kepada pemenang yakni Yesus. Ketika mereka mendengar bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem, maka mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Yesus sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datangdalam nama Tuhan, Raja Israel!”.Merekaberharap bahwa Yesus akan menjadi Raja pada saat itu juga. Dan itulah ungkapan dari orang banyak ituHosanayang artinya selamatkanlah kami, menjadi ungkapan pengharapan dan sekaligus keyakinan mereka kepada Yesus sebagai Raja yang dari Allah yang akan menyelamatkan dan membawa perdamaian bagi mereka yang merindukan Raja yang menyelamatkan bangsa Israel.
Yesusberkata: “Jangan takut, hai Putri Sion”, sebagai bangsa jajahan, ketakutan pasti menghantui semua orang Yahudi. Salah bertindak bisa dianggap melawan pemerintah, salah pengertian bisa ditangkap dan dihukum; terlebih dikalangan para perempuan, karena penindasan Romawi itu berujung kepada pembunuhan suami mereka, namun rasa takut itu dapat hilang dengan kehadiran Kristus. Demikian saat ini juga, jangan takut, mari tingkatkan imun kita dengan merayakan Yesus sebagai pemenang atas virus novel covid 19. Untuk itu, berhenti menyebarkan berita ketakutan, tetapi berilah kontribusimu, apa yang mau saudara lakukan untuk membantu orang lain, dan tidak perlu memakai sosial media sebagai wujud bahwa saudara telah melakukannya.
Kiranya Minggu Palmarum ini, kita membuka hati kita menyambut dan menerima Yesus sebagai Juruselamat kita, dan akan tetap setia kepadaNya sampai akhir hidup kita. Amin.

Selamat Hari Minggu

 

 

Ibadah Minggu GKPI Padang Bulan 29 Maret 2020

By : ADMIN, Posted : 04 April 2020

Klik untuk melihat video

  

Ibadah Minggu GKPI Padang Bulan 29 Maret 2020

 

 

Tertib Acara 02 April 2026

Download

Ayat Harian

  • Minggu 05 April 2026, 1 Korintus 15 : 42 - 45
  • Sabtu 04 April 2026, Yohanes 8 : 12
  • Jumat 03 April 2026, Mazmur 22 : 1 - 12
  • Kamis 02 April 2026, Ratapan 5 : 19 - 22
  • Rabu 01 April 2026, Maleakhi 1 : 6
  • Rabu 30 April 2025, Yeremia 3 : 15
  • Selasa 29 April 2025, 1 Yohanes 2 : 24

Agenda Gereja

  • 19 Januari 2025, Serah Terima Jabatan Pendeta Resort dari Pdt. Dr. Jhon Ki Tov Silitonga, M.Th kepada Pdt. Janter Lubis, M.Th
  • 25 Mei 2025, Periodesasi Majelis Jemaat
Jadwal Ibadah

Minggu pukul 08.00 – Sekolah Minggu (Bahasa Indonesia)
Minggu pukul 10.30 – Sekolah Minggu (Bahasa Indonesia)
Minggu pukul 08.00 – Ibadah Remaja (Bahasa Indonesia)
Minggu pukul 08.00 – (Bahasa Indonesia)
Minggu pukul 10.30 – (Bahasa Batak Toba)
Minggu pukul 16.30 – (Bahasa Indonesia)
Minggu pukul 19.00 – (Bahasa Indonesia)

Kontak Gereja

Alamat:
Kompleks PAMEN, Padang Bulan, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20157

Email
info@gkpipadangbulan.or.id

No. Telepon
082223777134

2019 © GKPI Padang Bulan Medan. all rights reserved.