Ibadah Sekolah Minggu 26 April 2020
1. Persembahan Ibadah
Bagi Jemaat yang ingin menyampaikan persembahan:
a. Dapat diserahkan ke kantor Gereja atau melalui Penatua di sektor masing-masing.
b. Dapat melalui Rekening Gereja pada : Bank Sumut No. Rek. 11402040095870, an. GKPI Padang Bulan Medan.
Jemaat yang mentransfer kami mohon mengirim bukti transfer ke WA Gereja 082223777134. Terimakasih
Persembahan Ibadah
Bagi Jemaat yang ingin menyampaikan persembahan:
a. Dapat diserahkan ke kantor Gereja atau melalui Penatua di sektor masing-masing.
b. Dapat melalui Rekening Gereja pada : Bank Sumut No. Rek. 11402040095870, an. GKPI Padang Bulan Medan.
Jemaat yang mentransfer kami mohon mengirim bukti transfer ke WA Gereja, 082223777134. Terimakasih
1. Anak Lahir
Hari Senin tanggal 09 Maret 2020 telah lahir seorang putri bagi keluarga Bapak Chandra Siahaan dan Ibu Marista br. Silaban, yang beralamat di Jl. Damar VIII, Perumnas Simalingkar, sektor XII.
2. Persembahan Ibadah
Bagi Jemaat yang ingin menyampaikan persembahan:
a. Dapat diserahkan ke kantor Gereja atau melalui Penatua di sektor masing-masing.
b. Dapat melalui Rekening Gereja pada : Bank Sumut No. Rek. 11402040095870, an. GKPI Padang Bulan Medan.
Jemaat yang mentransfer kami mohon mengirim bukti transfer ke WA Gereja 082223777134. Terimakasih
Ibadah Paskah Minggu 12 April 2020
KHOTBAH : MATIUS 28 : 1 – 10
Selamat Paskah bagi kita semua.
Dalam hari raya Paskah ini kita masuk kepada tema Minggu : Kuasa Kebangkitan Yesus. Paskah adalah peristiwa dimana Yesus bangkit dari kematian.
Paskah yang kita kenal di Alkitab ada dua, yakni dalam Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, yakni tradisi Israel kuno, merayakan paskah untuk mengingat bahwa Allah melepaskan Israel dari perbudakan di Mesir (Ul. 16). Dalam Kel. 12 : 13, Tuhan berjanji bahwa hukumanNya akan berlalu pada pintu-pintu yang diberi tanda dengan darah domba. Dalam Perjanjian Baru, Paskah adalah merayakan kebangkitan Yesus, dimana Yesus mengorbankan diriNya sebagai keselamatan umatNya melalui darahNya yang kudus. Yesus digelari Anak Domba Allah. Kesejajaran Paskah dalam PL dan PB adalah penyelamatan.
Matius mencatat bahwa kebangkitan Yesus terjadi pada hari Sabat menjelang menyingsingnya fajar, terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Penyaksi pertama adalah Maria Magdalena dan Maria yang lain, dan malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Para perempuan itu pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus sesuai dengan arahan malaikat Tuhan. Yesus yang sudah tidak ada di kuburan itu mendatangi mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nyasebagai bukti kehormatan dan sekaligus bisa merasakan bahwa Yesus yang bangkit, bukan berbentuk roh, namun Ia yang berbentuk tubuh juga. Dan Yesus berkata kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
Para perempuan itu bersuka cita karena tadinya mereka hanya ingin meminyaki jenazah Yesus dengan rempah-rempah, berobah menjadi pembawa berita kebangkitan Yesus. Dan suka cita itu semakin luar biasa, karena Yesus sendiri yang menemui mereka. Hal ini kita diingatkan dengan pesan Yesus dalam Matius 28: 20, Aku menyertai kamu senantiasa. Pesan Yesus itu adalah untuk memberangkatkan murid-muridNya memberitakan Injil sampai ke seluruh bangsa. Demikian para perempuan itu diberangkatkan dari kuburan untuk menyampaikan kabar kebangkitan Yesus dan Yesus menemui mereka yang sedang bermisi membawa kabar kebangkitan itu.
Sekarangpun suka cita yang sama harus terjadi bagi kita, yakni kita diberangkatkan juga untuk memberitakan kabar kebangkitan Yesus sampai ke ujung bumi.
Amin.
Ibadah Jumat Agung GKPI Padang Bulan Medan Jumat 10 April 2020
Khotbah : Matius 27 : 45 – 56
Dalam Jumat Agung ini, tema kita adalah Pengorbanan Yesus yang Menyelamatkan. Melalui tema ini, kita ditekankan kembali untuk tetap menerima dan setia bahwa Yesus mengorbankan diriNya untuk menyelamatkan umatNya. Sekarang kita merenungkan, bukan lagi kita terperangkap dalam alur logika, jika ada kehidupan, pasti ada kematian. Tetapi kita memandang ke depan tentang arti hidup yang kekal yang hanya di dalam Yesus Kristus. Puncak pengorbananNya adalah kematianNya sebagai tebusan akan dosa manusia. Pelayanan Yesus di dunia sudah berciri sejak awal pengenalan kita kepadaNya, yakni, penuh dengan kasih karunia, Allah berkenan kepadaNya. Dia yang diutus ke dunia dan hadir ditengah-tengah umat manusia sebagai Mesias, dan sudah sejak purba kala dinubuatkan. Segala hidupNya Dia curahkan untuk mengajar, melayani dan membawa orang-orang kepada Jalan Kebenaran dan Hidup. Segala pelayanan Yesus akan mengalami puncak dalam misiNya yakni pengorbananNya. Dan nas kita saat ini berbicara tentang peristiwa penyaliban dan kematian Yesus.
Injil Matius mengungkap bahwa sejumlah deretan penderitaan yang dialami Yesus sebelum penyalibanNya itu telah berlangsung. Yesus yang sudah teruji dalam kesiapan secara kemanusiaanNya, menerima diriNya diperlakukan secara anarkis, brutal dan lontaran katakata yang tidak bermoral. Yesus yang sudah dan sedang tergantung di kayu salib itu, ternyata bukan suatu hal yang memuaskan bagi pembenciNya, tetapi, masih terus dihujat dengan ejekan, hinaan dan cibiran yang merendahkan. Bahkan ketika Yesus juga berseru: Eli, Eli Lamahtani? Artinya AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Perkataan Yesus ini juga sengaja diplesetkan, menggeser kata Eli, menjadi Elia. Kata Eli sebenarnya bukan kata yang tidak pernah diketahui, kata Eli adalah bahasa Ibrani yang dapat mereka artikan sendiri.
Sampai kepada puncak penderitaan itu, Yesus menyerahkan diriNya kepada Allah, disanalah ketakutan itu muncul kepada orang banyak, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, langit gelap, gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Diantara kepanikan yang mencekam atas peristiwa keagungan Tuhan melalui kejadian alam tersebut, ternyata kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus menjadi sangat takut lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." Juga disaksikan para perempuan yang selama ini mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Termasuk Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus. Untuk itu, saat ini mari kita merenungkan betapa besarnya kasih Allah akan dunia ini, kita yang diselamatkanNya akan terus melayaniNya dan setia untuk tetap percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.
Amin
2019 © GKPI Padang Bulan Medan. all rights reserved.