Ibadah Kamis putih GKPI Padang Bulan Medan Kamis 09 April 2020
Khotbah: 1 Korintus 11 :23 – 32
Tema kita saat ini adalah Perjamuan Kudus. Bagi GKPI, Perjamuan Kudus adalah Sakramen, dan pelayanan Sakramen (Baptisan dan Perjamuan) dilayani oleh pendeta GKPI. Perjamuan Kudus adalah pesta rohani karena umatNya sedang bersama dengan Sang Raja yaitu Yesus. Dalam Perjamuan Kudus, kita menerima Tubuh dan Darah Yesus, yang dipersembahkan Yesus kepada umatNya untuk dimakan dan diminum, dan yang percaya akan diselamatkan. Dalam perjamuan kudus, bahwa roti dan anggur, adalah sungguh-sungguh tubuh dan darah Kristus yang diadakan oleh Kristus sendiri bagi umat manusia untuk dimakan dan diminum.Diberikan dan ditumpahkan bagi manusia demi pengampunan dosa, hidup dan keselamatan.
Secara khusus, saya secara pribadi akan tetap melayani Perjamuan Kudus di gereja atau di rumah atau di rumah sakit. Tetapi jika saya melayani perjamuan kudus di gereja, maka jemaat datang ke altar gereja untuk menerima perjamuan itu yakni roti dan anggur sebagaimana tubuh dan darah Yesus. Dan para lansia atau orang yang sakit yang sulit maju ke altar akan dilayani di tempat duduk yang disediakan. Puji Tuhan, selama saya melayani di GKPI, hingga saat ini, jemaat masih setia dalam mengikuti perjamuan itu dengan maju ke altar. Di GKPI Padang Bulan ada dua kali pelayanan perjamuan kudus yakni pada Jumat Agung dan pada Natal. Warga jemaat tidak mengalami kegelisahan atau jumlah yang mengikuti semakin berkurang, akan tetapi grafiknya naik. Saya lebih menikmati kekudusan dalam perjamuan itu ketika jemaat datang ke altar. Tentu saya akan memelihara Firman yang memerintahkan untuk selalu melaksanakannya sebagai peringatan akan Tuhan Yesus.
Bagaimana cara Yesus mendirikan perjamuan itu? Yesus Kristus mengambil roti, mengucap syukur, memecahkannya, dan membagi-bagikannya kepada para murid dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku”. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang” (Mrk. 14 : 22, bnd. Luk.22 : 14, 1 Kor. 11 : 23 – 25). Lalu Yesus meminta agar perjamuan kudus ini tetap diperbuat sebagaimana ia mengatakan: “perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” (Luk. 22 : 19, 1 Kor 11 : 25). Inilah landasannya bagi Gereja bahwa perjamuan kudus menjadi sakramen dan selalu dilaksanakan oleh gereja sebagai unsur penting dalam peribadatan. Perjamuan kudus sebagai perjanjian baru dalam darahNya bagi pengampunan dosa. Melalui perjamuan kudus dapat diterima sebagaimana Kristus memberikan tubuh dan darahNya sendiri untuk pengampunan dosa-dosa (Mat. 26:26, 28). Menggambarkan bagaimana Yesus mempersembahkan diriNya
sebagai korban Paskah atau domba kurban yang mati di kayu salib dan bangkit dari antara orang mati.
Untuk itu saya menekankan kepada kita semua untuk tetap menjaga dan memelihara kekudusan dalam perjamuan itu ketika kita mengikuti acara perjamuan kudus dimanapun dan kapanpun dengan sikap sungguh-sungguh, hormat dan percaya bahwa roti dan anggur itu adalah sungguh-sungguh daging dan darah Yesus. Amin.
Amin
2019 © GKPI Padang Bulan Medan. all rights reserved.